Museum Dewantara Kirti Griya

Indonesian | English

Jump to content

"... Sungguh alangkah hebatnya kalau tiap-tiap guru di perguruan Tamansiswa itu satu per satu adalah Rasul Kebangunan! Hanya guru yang dadanya penuh dengan jiwa kebangunan dapat 'menurunkan' Kebangunan ke dalam jiwa sang Anak" — Presiden Soekarno"

Halaman muka → Sejarah Museum

Sejarah Museum

Ki Hadjar Dewantara sekeluarga bertempat tinggal di rumah Jl. Tamansiswa (dulu Gevangenis Laan) 31 Yogyakarta. Tempat tersebut di huni bersaman waktu dengan diresmikannya Pendapa Agung Tamansiswa.

Bangunan didirikan pada tahun 1925 dengan gaya Eropa dikombinasikan arsitektur Daerah Jawa. Konstruksi bangunan kokoh karena bahan yang dipergunakan memiliki kualitas tinggi. Kayu jati tembok berukuran satu batu bata merah, tegel yang indah lagi kuat merupakan unsur-unsur kekokohan bangunan. Rumah dan halaman dicatat dalam buku Register Keraton Ngayogyakarta, tertanggal 26 Mei 1926, nomor angka 1383/IH.

Seorang janda penguasa perkebunan Belanda bernama Mas Ajeng Ramsinah merupakan pemilik terahir. Rumah dijual dan kemudian dibeli oleh Tamansiswa. Harga pembelian f 3.000,00 (drie duizend gulden) meliputi persil yang berlokasi di tempat tersebut di atas lengkap dengan perabot rumah tangga. Jual beli berlangsung tanggal 14 Agustus 1934.

Tahun 1951, tepatnya tanggal 18 Agustus, pembelian tersebut diatas dihibahkan kepada Yayasan Persatuan Tamansiswa.

Keluarga Besar Tamansiswa menginginkan dapatnya Ki Hadjar Dewantara sekeluarga memperoleh tempat tinggal yang lebih representatif. Sehubungan dengan itu dibelilah sebidang tanah di Mujamuju — kini Jl. Kusumanegara 131 Yogyakarta. Diatas tanah tersebut didirikan sebuah bangunan rumah. Pada tahun 1958 Ki Hadjar Dewantara pindah dari Jl. Tamansiswa 31, memasuki tempat tinggal di Jl. Kusumanegara 131. Sewaktu meninggalkan tempat kediaman lama, Ki Hadjar Dewantara mengajukan permintaan agar Tamansiswa dapat mewujudkan sebuah museum di bekas tempat tinggalnya. Gagasan tersebut timbul karena adanya kesadaran bahwa museum perlu untuk menunjang studi dan pendidikan.